• pencaksilat
  • terateemasheader1
  • terateemasheader2
  • terateemasheader3
  • terateemasheader4

KETENTUAN BERTANDING LANJUTAN

6. Ketentuan Bertanding
6.1.         Aturan bertanding
6.1.1.       Pesilat saling berhadapan dengan menggunakan unsur pembelaan dan serangan Pencak Silat yaitu menangkis/mengelak, mengenakan sasaran dan menjatuhkan lawan, menerapkan kaidah Pencak Silat serta mematuhi aturan-aturan yang ditentukan.
Yang dimaksud dengan kaidah adalah bahwa dalam mencapai prestasi teknik, seorang pesilat harus mengembangkan pola bertanding yang dimulai dari  sikap pasang,  langkah  serta  mengukur  jarak  terhadap lawan dan koordinasi dalam melakukan serangan / pembelaan serta kembali ke sikap pasang.
6.1.2.  Pembelaan dan serangan yang dilakukan harus berpola dari sikap awal / pasang atau pola langkah, serta adanya koordinasi dalam melakukan serangan dan pembelaan.
Setelah melakukan serangan / pembelaan harus kembali pada sikap awal / pasang dengan tetap menggunakan pola langkah. Wasit akan memberikan aba-aba “ LANGKAH ” jika seorang pesilat tidak melakukan teknik Pencak Silat yang semestinya.
6.1.3.  Serangan beruntun yang dilakukan oleh satu orang pesilat harus tersusun dengan teratur dan berangkai dengan berbagai cara kearah sasaran sebanyak-banyaknya 6 serangan. Pesilat yang melakukan rangkaian serang bela lebih dari 6 serangan akan diberhentikan oleh Wasit.
Serangan sejenis dengan menggunakan tangan yang dilakukan secara beruntun dinilai satu serangan.
6.1.4.  Serangan yang dinilai adalah serangan yang menggunakan kaidah, mantap, bertenaga, tidak terhalang oleh tangkisan.
6.2  Aba-aba pertandingan
6.2.1.  Aba-aba “BERSEDIA”  digunakan dalam persiapan sebagai peringatan bagi pesilat dan seluruh aparat pertandingan bahwa pertandingan akan segera dimulai.
6.2.2.  Aba-aba “MULAI” digunakan tiap pertandingan dimulai dan akan dilanjutkan, bisa pula dengan isyarat.
6.2.3.  Aba-aba “BERHENTI”   digunakan untuk menghentikan pertandingan.
6.2.4.  Aba-aba “PASANG”,LANGKAH” dan  “SILAT” digunakan untuk pembinaan.
6.2.5.  Pada awal dan akhir pertandingan setiap babak ditandai dengan pemukulan gong.

6.3  Sasaran

Yang dapat dijadikan sasaran sah dan bernilai adalah “Togok” yaitu bagian tubuh kecuali leher keatas dan dari pusat ke kemaluan  :

6.3.1. Dada
6.3.2. Perut ( pusat ke atas )
6.3.3. Rusuk kiri dan kanan
6.3.4. Punggung atau belakang badan
Bagian tungkai dan lengan dapat dijadikan sasaran serangan antara dalam usaha menjatuhkan tetapi tidak mempunyai nilai sebagai sasaran perkenaan.
6.4  Larangan

Larangan yang dinyatakan sebagai pelanggaran  :
6.4.1  Pelanggaran Berat

  1. Menyerang bagian badan yang tidak sah yaitu leher, kepala serta bawah pusat/pusar hingga kemaluan.
    1. Usaha mematahkan persendian secara langsung.
    2. Sengaja melemparkan lawan keluar gelanggang.
    3. Membenturkan / menghantukkan kepala dan menyerang dengan Kepala.
    4. Menyerang lawan sebelum aba-aba “MULAI”  dan menyerang sesudah aba-aba “BERHENTI” dari Wasit, menyebabkan lawan cidera. (perlu penjelasan peraturan pertandingan)
    5. Menggumul, menggigit, mencakar, mencengkeram dan menjambak (menarik rambut/jilbab ). (perlu penjelasan peraturan pertandingan mengenai pengunaan jilbab)
    6. Menentang, menghina, merangkul, menyerang, mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan, meludahi, memancing-mancing dengan suara berlebihan terhadap lawan maupun terhadap Aparat pertandingan (Delegasi teknik, Ketua Pertandingan, Dewan Wasit Juri dan Wasit Juri).
    7. Melakukan pelanggaran terhadap aturan pertandingan.
    8. Memegang, menangkap atau merangkul sambil melakukan serangan.

6.4.2   Pelanggaran Ringan

  1. Tidak menggunakan salah satu unsur kaidah.
  2. Keluar dari gelanggang secara sengaja atau tidak disengaja.
  3. Merangkul lawan dalam proses pembelaan.
  4. Melakukan serangan dengan teknik sapuan depan/belakang, guntingan  sambil merebahkan diri lebih dari 1 kali dalam 1 babak dengan tujuan untuk mengulur waktu.
  5. berkomunikasi dengan orang luar dengan isyarat dan perkataan.
  6. Kedua pesilat pasif atau bila salah satu pesilat  pasif lebih dari 5 detik.
  7. Berteriak yang berlebihan selama bertanding.
  8. Lintasan serangan yang salah.
  9. Mendorong  dengan sengaja yang mengakibatkan pesilat/lawannya keluar garis bidang laga.

6.5  Kesalahan teknik pembelaan  :
6.5.1.  Serangan yang sah dengan lintasan dengan serangan yang benar, jika karena kesalahan teknik pembelaan lawannya yang salah  (elakan yang menuju pada lintasan serangan), tidak dinyatakan sebagai pelanggaran.
6.5.2.  Jika pesilat yang kena serangan tersebut cidera, maka Wasit segera memanggil dokter. Jika dokter memutuskan pesilat tersebut tidak fit, maka ia dinyatakan kalah teknik.
6.5.3.  Jika pesilat yang kena serangan tersebut menurut dokter fit dan tidak dapat segera bangkit, Wasit langsung melakukan hitungan teknik.
6.6 Hukuman
Tahapan dan bentuk hukuman :
6.6.1.  Teguran

  1. Diberikan apabila pesilat melakukan pelanggaran ringan setelah melalui 1 (satu) kali pembinaan sesuai ketentuan pasal 9 ayat 6.4.2. (disesuaikan)
  2. Teguran dapat diberikan langsung apabila pesilat melakukan pelanggaran berat yang tidak menyebabkan lawan cidera.

6.6.2.  Peringatan. berlaku untuk seluruh babak, terdiri atas  :

a. Peringatan  I

    diberikan bila pesilat :
a.1. Melakukan pelanggaran berat.
a.2. Mendapat tegoran yang ketiga akibat pelanggaran ringan.
Setelah Peringatan I  masih dapat diberikan tegoran terhadap pelanggaran ringan dalam babak yang sama.
b. Peringatan  II
Diberikan bila pesilat kembali mendapat hukuman peringatan setelah peringatan I.
Atau Peringatan II masih dapat diberikan tegoran terhadap pelanggaran ringan dalam babak yang sama.
c. Peringatan  III
Diberikan bila pesilat kembali mendapat hukuman peringatan setelah peringatan II dan langsung dinyatakan diskualifikasi.
Peringatan III harus dinyatakan oleh wasit.
d. Diskualifikasi
Diberikan bila pesilat :
d.1. Mendapat peringatan setelah peringatan II
d.2. Melakukan pelanggaran berat yang didorong oleh unsur-unsur kesengajaan dan bertentangan dengan norma sportivitas.
d.3. Melakukan pelanggaran berat dengan hukuman peringatan I atau minimal teguran I, namun lawan cidera tidak dapat melanjutkan pertandingan atas keputusan dokter pertandingan.
d.4. Setelah penimbangan 15 menit sebelum pertandingan, berat badannya tidak sesuai dengan kelas yang diikuti.
d.5. Pesilat terkena Doping.
Diskualifikasi doping adalah gugurnya hak seorang Pesilat, untuk mendapatkan medali/predikat juara.
d.6 Pesilat tidak dapat menunjukan surat keterangan sehat sebelum pertandingan dimulai.

Leave a Reply